10 Penyebab Tumbuh Uban di Usia 15 Tahun – 20 Tahunan

Pada umumnya, orang asia akan mengalami pertumbuhan uban menjelang akhir usia 35 tahunan. Memutihnya rambut disebabkan oleh faktor pewarnaan pada folikel rambut. Dua jenis zat pewarna dominan yaitu bernama eumelanin dan pheomelanin. Ketika eumelanin lebih dominan, maka rambut akan menjadi lebih gelap berkilau. Namun, ketika zat pheomelanin maka rambut akan mengasilkan warna putih, kepirangan atau sebagainya.

Tingkat produksi zat melanin di dalam tubuh seiring bertambahnya usia akan berubah. Kondisi ini pula akan menyebabkan perubahan warna rambut. Suatu proses yang alamiah.

Apa saja penyebab tubuh uban diusia muda?

Namun, banyak kasus ditemukan bahwa tumbuh uban telah dialami oleh usia produktif yakni diantara usia remaja dan menginjak masa dewasa sekitar 15 tahun dan 20an. Bahkan dapat terjadi pada usia anak anak.

Inilah 10 faktor penyebab tumbuh uban di usia 15 tahun yang sering terjadi

1. Faktor Genetik

Penyebab rambut tumbuh uban yang muncul pada anak salah satunnya disebabkan oleh genetik. Genetik memiliki peran utama pada pertumbuhan uban sehingga lebih cepat pada anak.

Itu artinya ketika orang tua, kakek dari nenek telah mengalami rambut beruban di usia muda, maka kemungkinan garis keturuan selanjutnya mengalami hal sama pula.

2. Penyakit Tetentu

Beberapa masalah penyakit yang dialami oleh anak bisa saja berakibat pada masalah lain. Beberapa penyakit tersebut di antaranya seperti vitilligo, tuberous sclerosis, dan neurofibromatosis.

Penyakit-penyakit tersebut bisa memicu timbulnya kerontokan hingga pigmentasi rambut berkurang. Tidak hanya itu, kelenjar thyroid abnormal juga bisa menyebabkan munculnya uban di usia dini.

3. Stres

Stres dapat menjadi penyebab wajah cepat tua di usia masih muda dan juga dapat memicu timbulnya uban.

Secara psikologis stres memang masih belum terbukti bisa menyebabkan munculnya uban pada anak-anak.

Hanya saja, jika kulit stres yang diakibatkan oleh radiasi atau ultraviolet bisa menyebabkan munculnya uban. Berdasarkan penelitian, stres akan dapat mengakibatkan mutasi sel rambut, sehingga dapat memicu munculnya uban lebih cepat.

4. Kurang Asupan Vitamin B12

Kekurangan nutrisi pada anak, khususnya vitamin B12 dapat menjadi pemicu munculnya uban lebih cepat. Vitamin B12 tersebut terdapat pada beberapa jenis makanan seperti kuning telur, beras merah, wortel, gandum, susu, kacang hijau dan lain sebagainya.

Bagi anak-anak sebelumnya pernah melakukan operasi pada perut bisa saja mengalmi gangguan terhadap penyerapan vitamin B12.

Oleh karena itu, sebagai orangtua sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Penuhi kebutuhan vitamin B12 agar terhindar dari pertumbuhan uban terlalu cepat.

5. Paparan Asap Rokok dan Merokok

Radikal bebas adalah racun di dalam tubuh dan itu ada di dalam rokok. Jika kamu merokok atau sering terpapar asapnya, maka secara tidak langsung kamu memasukkan racun radikal bebas ke dalam tubuh.

Asap rokok termasuk radikal bebas yang dapat membuat kadar melanin berkurang, sehingga degan begitu produksi sel baru akan mengalami kekurangan sehingga terjadilah penuaan dini, tidak menutup kemungkinan terjadi juga pada rambut.

Untuk itu, agar terhindar dari penuaan dini, penting mengetahuip tips mencegah penuaan dini.

6. Kurangnya Vitamin C dan Vitamin D

Vitamin C dan vitamin E memiliki fungsi untuk menghasilkan melanin. Melanin itu sendiri merupakan pigmen yang memberikan warna pada rambut.

Sehingga apabila tubuh kekurangan vitamin C dan vitamin D, maka melanin pada rambut akan berkurang sehingga rambut beruban akan muncul.

7. Penyakit Langka

Penyakit langka seperti sindrom Vogt-Koyanagi dapat menyerang anak-anak yang diikuti oleh virus. Saat tubuh si anak melawan virus, maka antibodi yang dibuat menghancurkan melanosit yang memproduksi pigmen untuk rambut.

8. Gangguan Kelenjar Tiroid

Keadaan tiroid yag kurang dalam memproduksi melanin rambut bisa menyebabkan munculnya uban lebih dini. Apabila anak kamu sudah beruban, maka kamu bisa memeriksakan kadar tiroidnya.

9. Kondisi Kesehatan

Kondisi bawaan atau disebabkan oleh faktor genetik seperti albino juga dapat mempengaruhi jumlah zat melanin pada rambut.

Jika seseorang memiliki sedikit atau tidak sama sekali pigmen pada rambut, kulit dan mata maka akan terlihat putih atau pucat.

10. Sedang Menjalani Pengobatan

Pasien yang sedang menjalani pengobatan radioterapi memiliki kemungkinan besar mengalami perubahan warna pada rambut. Namun, kondisi ini biasanya hanya terjadi hanya sementara waktu saja dan dapat kembali normal seperti sediakala.

Jika kamu merasa pertumbuhan uban lebih cepat dari pada umumnya.

Baca yuk: cara merawat rambut rontok secara alami.

Jangan biarkan begitu saja ya, konsultasikan segera ke dokter kulit atau spesialis penyakit dalam agar mendapatkan penanganan secara tepat.

Tinggalkan komentar