Penyebab Kecepatan Internet di Indonesia

Ternyata Inilah 5 Penyebab Kecepatan Internet di Indonesia Lemot se Asia

Diposting pada

Berdasarkan hasil sudi disampaikan oleh perusahaan Cuponation terkait dengan akses kecepatan jaringan internet nirkabel dan seluler, menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat terendah diantara 10 negara ASEAN lainnya.

Studi serupa yang dilakukan oleh Speedtest Global Index mengatakan rata – rata kecepatan internet seluler unduhan hanya mencapat 10,62 Mbps, sedangkan kecepatan unggahan berada diangka 8,35 Mbps, berada di peringkat 10 setelah negara Kamboja. Data selengkapnya dapat di baca di sini.

Hasil riset terbaru akhir – akhir ini pada Januari 2020 kemarin yang dirilis oleh perusahaan besar bernama Hootsuite, membuktikan bahwa kecepatan internet Indonesia rata – rata hanya mencapai 20,1 Mbps. Angka ini jauh di bawah rata – rata kecepatan internet dunia yang mencapai 73,6 Mbps.

6 Penyebab internet lambat di Indonesia

Menanggapi hasil studi tersebut Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerald Plate mengatakan, setidaknya ada beberapa faktor penyebab kecepatan internet Indonesia dikatakan paling lemot. Diantaranya:

1. Faktor kondisi geografis

Kita ketahui bersama, sebagian wilayah Indonesia memiliki kontur geografis yang beragam berupa bukit, pegunungan dan banyak sungai. Kondisi tersebut menjadi kendala utama untuk mengembangkan dan membangun infrastruktur telekomunikasi yang memadai.

Tentunya, ketika sebuah perusahaan provider internet hendak mendriikan tower baru ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Diantaranya pasokan energi listrik, akses jalan, perkiraan jumlah pengguna dan sebagainya. Jika hal tersebut masih dikatakan minim, maka untuk membangun fasilitas internet membutuhkan biaya sangat besar ditambah dengan biaya perawatan.

2. Infrastruktur belum memadai

Tidak meratanya pendirian infrastruktur jaringan internet juga menjadi penyebab internet di Indonesia lemot.

Hal itulah yang seringkali dikeluhkan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya sebagai pengguna jaringan seluler (mobile broadband) terkait dengan akses internet yang lambat dan sering mengalami gangguan lantaran jaringan seluler di Indonesia menggunakan spektrum frekuensi radio sebagai media pengantar.

Kualitas jaringan seringkali mengalami kerentanan disebabkan faktor cuaca, peningkatkan jumlah pengguna internet dan sebagainya.

3. Pengguna internet di Indonesia tinggi

Faktor ketiga yang mempengaruhi akses internet di Indonesia dikatakan lambat dikarenakan faktor jumlah pengguna internet yang mencapai diatas angka 175 juta orang. Sebagian besar berasal dari pengguna ponsel pintar.

Kondisi tersebut tentu saja akan sangat berpengaruh terhadap kapasitas yang harus disediakan oleh penyelenggara perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Peningkatkan infrastruktur menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini.

4. Daya beli masyarakat di Indonesia tidak merata

Jika dibandingkan, tentu saja tidak sama antara penggunaan data internet di kota Jakarta dengan kota Bangka Belitung misalnya. Tentu saja lebih tinggi di kota Jakarta.

Belum lagi ditambah hampir 97% masyarakat Indonesia pada umumnya menggunakan jaringan internet seluler ketimbang menggunakan jaringan serat optik (FTTH) lantaran faktor lebih terjangkau.

Hal tersebut membuat perusahaan telekomunikasi membuat skema internet prabayar dengan biaya terjangkau dengan akses internet dengan kecepatan yang sudah ditentukan. Dengan begitu biaya operasional dapat ditekan.

5. Menekan biaya operasional

Masih ada kaitannya dengan point nomor 4 terkait dengan daya beli masyarakat di Indonesia dalam hal penggunaan akses internet.

Telah dikatakan bahwa tidak semuanya masyarakat Indonesia menggunakan internet. Dari total penduduk sebesar 267 juta, diperkirakan hanya sebesar 65,54% sebagai pengguna internet aktif atau setara 175 juta orang.

Perlu diketahui bahwa mayoritas pengguna internet aktif di Indonesia tersebut seringkali mengakses website luar negeri seperti Google, Facebook, Twitter, Youtube dan Instagram.

Untuk mengakses website luar negeri tersebut dibutuhkan biaya lebih. Diulas dari kanal teknologi situs tipsek.com, untuk berlangganan koneksi internasional membutuhkan biaya 100 USD untuk untuk kecepatan 1 Mbps.

Belum lagi biaya hak akses pengguna frekuensi (BHPF) yang harus disetor oleh perusahaan telekomunikasi kepada pemerintah Indonesia untuk penggunaan frekuensi internet, radio ataupun televisi yang dapat mencapai 242 Milyar untuk 3 tahun.

Faktor inilah yang sering menyebabkan paket penggunaan data internet terbilang mahal, bahkan cenderung meningkat.

Apakah Internet Indonesia paling lemot sedunia ?

Perkara tentang kecepatan internet di Indonesia Kita perlu bersyukur karena Indonesia bukan menempati peringkat paling bawah untuk ases internet terlambat di dunia.

Dibandingkan dengan beberapa negara di dunia seperti Yemen, Suriah, Libya dan lainnya, akses internet di Indonesia bisa dikatakan lumayan cepat. Suriah dan Libya hanya memiliki kecepatan internet rata rata diangka 1,5 Mbps, sedangkan Yemen dibawah 1 Mbps.

Redaksi Aogla Media
Aoglamedia merupakan media informasi, inspirasi dan motivasi berasal darI Bangka Belitung yang memiliki komitmen untuk menyajikan konten berkualitas dan kredible kepada publik dengan harapan menjadi media teroke (aogla).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.