āœ” Tips Memilih Hosting Terbaik Agar Tidak Menyesal

Di luar sana, ada banyak sekali provider web hosting. Jumlahnya mungkin ada puluhan atau bahkan mencapai ratusan. Menariknya, sebagian besar dari mereka berani memberikan “claim” bahwa diri mereka memiliki kualitas dari sisi pelayanan, fitur, teknologi yang mereka gunakan, tingkat kepercayaan, pengalaman dan sebagainya.

Dalam hal ini, mereka mengatakan “Kamilah yang terbaik“.

Selaku calon pengguna web hosting (user), tentu saja kita harus teliti dan harus menjadi smart buyer dalam hal memilih hosting terbaik. Jangan sampai ada kata “penyelasan” setelah memilihnya.

Claim boleh boleh saja mereka lakukan. Akan tetapi, apakah kita selaku calon pembeli percaya begitu saja ?

Tentu saja tidak !

Jika kita ingin menjadi smart buyer, tentu saja ada banyak hal yang harus kita perhatikan dan pertimbangkan sebelum membeli.

Sedikit cerita, 1 tahun yang lalu saya telah membuat kesalahan dalam perihal memilih hosting. Dampaknya situs saya sulit mengalami perkembangan karena status load time dan uptime bisa dikatakan buruk. Selain itu, ketika saya mengajukan tiket bantuan, respon yang diberikan sangat lambat.

Kurangnya pengetahun, membuat saya waktu lalu merasa “tertipu” akan claim yang mereka berikan.

Jangan sampai, permasalahan itu terjadi pada dirimu.

Setelah membeli, timbul rasa penyesalan.

Mau pindah hosting, namun apa daya budget seadanya telah dikeluarkan karena kalau pindah hosting otomatis kita harus membeli paket hosting baru.

Oya… sebelum saya memberikan tips memilih hosting terbaik, perlu saya tegaskan bahwa artikel ini hanyalah sebatas saran atau sebuah rekomendasi dan sifatnya hanya sebatas clue dan tidak mutlak untuk kamu ikuti.

Namun, jika hal ini dirasa begitu penting bagimu maka tak ada salahnya kamu membacanya untuk menjawab keraguan dan ingin mengetahui apa saja yang harus diperhatikan ketika memilih web hosting.

6 tips memilih hosting terbaik yang wajib dilakukan

1. Cari tahu informasi waktu uptime, load time dan 5 point penting lainnya

Di awal tahun 2019, saya mulai serius terjun ke dunia blogger.

Tadinya saya hanya menggunakan platform blogger.com, hingga pada akhirnya dari 5 blog utama yang saya kelola 3 diantaranya saya migrasikan ke layanan wordpress self hosting karena saya menemukan kenyamanan menggunakan wordpress self host dibandingkan blogger.

Cukup sulit untuk mempercayakan provider web hosting mana yang akan saya pilih karena berdasarkan pengalaman saya sendiri pernah “dikecewakan“. maaf bahasanya sedikit ekstrem šŸ˜€

Apa yang saya lakukan saat itu ?

Langkah pertama adalah mencari daftar provider web hosting terbaik.

Dalam hal ini, saya hanya mencari beberapa referensi provider web hosting terbaik di Indonesia saja, karena saya menargetkan visitor berasal dari negara Indonesia.

Saya menemukan banyak situs dan forum yang memberikan review terkait peggunaan layanan hosting. Jumlah referensi yang saya baca tak sedikit. Data tersebut akhirnya saya kumpulkan dan telah menemukan 10 provider web hosting terbaik menurut kacamata banyak pengguna di internet dan menurut saya sendiri.

Setelah menemukan data tersebut, saya kerucutkan kembali untuk membuat sebuah perbandingan yang pada akhirnya akan meyakinkan saya untuk menetunkan provider web hosting terbaik.

Ada beberapa hal yang saya perhatikan, diantaranya adalah:

a. Server uptime

Saya menempatkannya di urutan pertama.

Uptime menunjukan total waktu ketika website kamu online dan bisa diakses melalui internet. Sementara downtime menunjukkan total waktu ketika website kamu offline dan tidak bisa diakses.

  • Apa yang terjadi jika pengunjung menemukan situs kamu ketika sedang offline ? Jawabnya, pengunjung akan kabur begitu saja.
  • Apa yang terjadi jika robot penelusuran search engine (google, bing, dkk) menemukan situs kamu dalam kondisi offline ? Jawabnya, proses indeks akan terganggu,  penurunan ranking di SERP dan akibat lainnya.

Bahkan jika situs yang kamu buat berbasis toko online, ketika pengunjung menemukan situs kamu sedang offline.. berapa milyrar kerugian yang kamu derita #lebay šŸ˜€

Itulah sebabnya, waktu uptime harus diprioritasnya pada urutan pertama.

Siapa saja mereka ?

Saya tidak akan mengatakan siapa saja mereka. Untuk hal ini saya belum memiliki kapasitas dan hanya saya gunakan untuk konsumsi pribadi.

Nah… bicara waktu uptime, kebanyakan webmaster mengatakan berada diangka 99,90 % perbulan sudah cukup baik.

Informasi yang saya baca dari banyak sumber, uptime 99,9% perbulan itu artinya dalam satu bulan server hosting tidak bisa diakses selama 43 menit dan 12 detik.

Mustahil ada server yang mampu bertahan di waktu uptime 100 %. Jika mereka mengclaim, pastikan mereka memberikan jaminan atau tidak memilihnya sama sekali. Kalau server google, berapa uptimenya ? hmm.. bisa jadi 100% šŸ˜€ tapi ntahlah…

Untuk mengetahui waktu uptime dari 10 provider hosting yang telah saya pilih tadi, dalam hal ini saya hanya mengandalkan data data dari beberapa situs yang memberikan review dan forum serta grup sosial media seperti facebook dan WA.

Hanya sekedar untuk mengetahui waktu uptime, inilah yang bisa saya lakukan saat ini dikarenakan keterbatasan waktu dan budget yang saya miliki jika ingin mengetahuinya secara pasti dengan melakukan research sendiri.

Hasilnya, untuk menemukan provider web hosting di Indonesia yang memberikan waktu uptime di atas 99,90 % sulit sekali. Bahkan, hampir tidak ada.

Walaupun ada yang mengclaim bahwa mereka memiliki waktu uptime 99,90 %, nyatanya berdasarkan data dari banyak review yang ada di internet tidak menunjukan bahwa claim tersebut benar.

Jika kamu tidak mempercayai data tersebut, untuk mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, maka kamu harus melakukan riset sendiri.

Akhirnya saya sendiri memutuskan untuk memilih provider web hosting di Indonesia dengan waktu server uptime antara 99,80 % – 99,90 %.

Mengenai hal ini, sebaiknya kamu tanyakan langsung kepada mereka tentang jaminan uptime yang mereka janjikan.

b. Load time

Load time sangat penting dan menjadi syarat wajib untuk diperhatikan ketika memilih hosting.

Load time menunjukkan waktu yang dibutuhkan oleh server hosting untuk memuat laman suatu website. Jika load time buruk, maka akan mempengaruhi kecepatan situs dalam hal pemuatan laman secara sempurna dan sangat berpengaruh pada trafik. Selain itu, akan mempengaruhi juga kecepatan robot search engine dalam merayapi sebuah situs.

Jika kamu menemukan situs dengan pemuatan laman begitu lambat, apa yang kamu lakukan ? Bisa jadi akan meninggalkannya dan mencari informasi di situs lainnya. Itulah sebabnya, load time harus diprioritaskan.

Berapa angka rekomendasi load time ?

Saya sendiri tidak begitu mengetahui. tapi banyak yang merekomendasikan di bawah angka 1.000 ms.

Saya menemukan lumayan banyak provider web hosting di Indonesia yang memberikan angka load time di bawah 1.000 ms.

Akan tetapi, apakah senada dengan waktu uptime ?

Untuk mengetahui waktu load time, teknisnya sama seperti sebelumnya. Silahkan jika kamu ingin mencari datanya sendiri dengan membuat penelitian akan hal ini, tetapi tentu saja kamu harus mengeluarkan banyak biaya dan percobaan tersebut pastinya menghabiskan banyak waktu, paling tidak kamu harus melakukan monitoring minimal 6 bulan pertama.

Dari data yang diberikan oleh banyak review, ternyata hasilnya tidak. Uptime stabil, akan tetapi load time nya lumayan buruk. Giliran load time bagus, akan tetapi waktu uptime nya buruk.

Pilihan saya ?

Saya memahami sebuah kata “tak ada yang sempurna” dan memilih angka load time berada di batas 1.000 ms hingga 1.5000 ms.

c. Kecepatan technical support

Point ini juga sangat penting.

Sebab, selama menggunakan web hosting bisa dipastikan kita akan menemukan banyak kendala. Mulai dari permasalahan website eror, backup data, peretasan dan sebagainya.

Jadi, ada baiknya memilih penyedia hosting yang memiliki jaminan layanan selama 24 jam / 7 hari melalui dukungan telpon, chat online, bantuan tiket dan akses email.

Selain itu, cari tahu beberapa testimoni tentang mereka. Jangan mudah percaya bahwa mereka memberikan jaminan support selama 24 jam / 7 hari. Bacalah banyak referensi tentang mereka dari sisi layanan texhnical support.

Apakah memberikan bantuan secara cepat, sangat cepat atau lambat ? dan apakah memberikan bantuan kepada user sangat memuaskan, cukup memuaskan atau tidak memuaskan sama sekali ?

Lagi lagi, tak perlu kamu buktikan sendiri mengenai hal ini karena menyangkut keterbatasan waktu. Kamu cukup mencari informasi tentang mereka dari banyak review yang bertebaran di internet. Ada banyak situs creadiable yang memiliki kapasitas unntuk membuat review secara independen.

Berapa skor review yang baik ?

Tak usah muluk muluk, saya mengambil angka 7/10 atau 8/10.

d. Keamanan server dan web hosting

Tindak kejahatan di dunia maya dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Banyak upaya yang dilakukan oleh pelaku kejahatan cyber untuk meretas, memodifikasi, merusak, mencuri data data dan tindakan lainnya yang ada di sistem komputer.

Kamu wajib memilih penyedia hosting yang memiliki fitur fitur kemanan. Diantaranya adalah fitur:

  • Spam protection
  • Hotlink protection
  • Leech protection (optional)
  • OS CloudLinux
  • Security BitNinja atau Imunify 360
  • Mendukung MariaDB SQL database PHP versi 7.3
  • Free SSL
  • Jika diperlukan ada tambahan fitur cloudfare di cPanel

Beberapa fitur keamanan tersebut sangat membantu untuk menangkal serangan peretas, DDoS, BotNet (bot traffik), Spam, malware dan sebagainya.

e. Pilih SSD or NVME adalah hal wajib

Dibandingkan dengan hard disk biasa, sistem penyimpanan data menggunakan SSD dan NVME jauh memiliki keunggulan. Terutama dalam hal menunjang kestabilan server hosting yang kamu gunakan. Saya rasa, hampir sebagian besar penyedia web hosting memiliki kecanggihan teknologi ini.

f. Perhatikan status bandwidth

Tanyakan masalah ini langsung kepada penyedia hosting. Cari tahu juga disetiap paket hosting dari mereka apakah bandwidth yang ditawarkan memiliki batasan, unmetered atau tanpa batas (unlimited). Jangan sampai situs kamu down / tidak bisa diakses hingga bulan berikutnya karena batasan bandwidth terbilang kecil.

g. Auto sistem backup harian

Kabarnya pada jaman old, untuk menikmati fitur ini kamu akan dikenakan biaya tambahan. Namun, pada jaman now, fitur ini telah diberikan oleh sebagian besar penyedia hosting secara gratis.

Really 100 % gratis ?

Tentu saja ada beberapa ketentuan yang diberikan. Misalnya, automatis backup akan berjalan jika status inode di hostingmu masih tersedia atau disk space masih mencukupi, adanya pembatasan backup dengan ketentuan tidak melebihi 10 GB dan 500.000 inode selebihnya akan dikenakan biaya tambahan dan sebagainya.

Hare gene mau gratis tanpa syarat, MIMPI ! šŸ˜€

Fitur backup data wajib ada.

Hal ini untuk mencegah kehilangan data permanen dari beragam kondisi seperti peretasan, malware, faktor bencana alam dan kebakaran dilokasi server serta kondisi lainnya.

Jika kamu hanya ingin membangun website landing page, kebutuhan fitur ini dapat bersifat optional. Jika website yang kamu bangun mencangkup banyak content di dalamnya, maka fitur ini wajib ada.

Mengenai hal ini, kamu bisa tanyakan ke penyedia web hosting. Karena masing masing dari mereka memiliki kebijakan tersendiri.

Nah, berdasarkan 7 katagori di atas, dari 10 provider terbaik yang saya kelompokkan tadi menurut saya paling baik, kemudian saya mengkerucutkannya lagi menjadi 4 penyedia web hosting saja.

Kita lanjut ketahapan berikutnya.

2. Sesuaikan dengan kebutuhan

Seharusnya ini menempati urutan pertama.

Akan tetapi, beda dengan cara saya !

Setelah menemukan beberapa penyedia web hosting berdasarkan setidaknya 7 point di atas, barulah kemudian saya menyesuaikannya dengan kebutuhan. Karena menurut saya, 7 faktor di atas sangat penting dan wajib di dahulukan.

Walaupun, pada akhirnya saya menemukan kata “SEDIKIT LEBIH MAHAL“. It’s oke,, no problemo,,, rapopo,, seng penting standar kualitasnya lebih tinggi. Daripada milih yang “anu”, tapi mau.. statusnya sering DOWN ? Saya sih, ogah.. udah kapok šŸ˜€

Bicara tentang kebutuhan hosting, pada saat itu saya berencana membangun sebuah website dengan skala lebih luas, kurang lebih seperti web berita yang dikelola bersama tim. Ditahap awal, saya cukup memilih kapasitas storage sebesar 1 GB, free SSL, shared hosting, unlimited bandwidth, server indonesia, menyediakan minimal 2 add on domain, unlimited subdomain dan email dan lainnya.

Pilihan saya waktu itu, sementara begitu. Shared host dulu rapopolah.. Jika disuatu waktu ada perkembangan dari sisi traffik dan sebagainya, maka saya akan meningkatkan ke paket selanjutnya. Bisa jadi beralih ke VPS.

Jadi, bagaimana dengan kebutuhanmu ?

  • Apakah kamu akan membangun website hanya sekedar untuk landing page ? blog pribadi ? digunakan untuk bisnis seperti adsense dan sebagainya ? website berita ? situs pemerintahan, sekolah dan sebagainya ?
  • Platform apa yang akan kamu gunakan ? CMS wordpress atau memiliki CMS sendiri ?
  • Darimanakah pengunjung website akan datang, Indonesia, Asia, United States ?
  • Apa saja layanan tambahan yang kamu butuhkan ? misalnya, apakah kamu membutuhkan add on domain lebih dari 1, email, sub domain, dan sebagainya
  • Apakah situs kamu mendatangkan traffik tinggi ?
  • Apakah situs kamu menampilkan banyak gambar ?
  • Apakah situs kamu bersifat auto content ?

Mengenai hal tersebut, ada beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan dan perhatikan:

  1. Server hosting (share, VPS, cloud atau dedicated server dan sebagainya)
  2. Batasan penyimpanan data (disk space)
  3. Batasan penyimpanan inode (wajib kamu ketahui jika menggunakan layanan unlimited hosting)
  4. Besaran bandwidth
  5. Pilihan lokasi server, Indonesia, Singapura, United States dan sebagainya
  6. Kapasitas RAM dan CPU
  7. Batasan traffik harian
  8. Pilihan untuk upgrade paket hosting ke resources lebih tinggi
  9. Fitur tambahan (softaculous, add on domain, jumlah sub domain, batasan akun email dan sebagainya)

Jika kamu masih asing dengan istilah shared hosting, cloud hosting, bandwidth dan sebagainya, cobalah untuk mencari tahu Ģ¶bĢ¶uĢ¶kĢ¶aĢ¶nĢ¶ Ģ¶tĢ¶eĢ¶mĢ¶pĢ¶eĢ¶. Di sini saya tidak akan membahasnya, agar tidak melebar dan terlalu panjang pembahasannya,

Kamu dapat mencontoh saya seperti tadi,

Ditahap awal pembangunan website, belum perlu menghabiskan banyak dana untuk menyewa self hosting. Jika sewaktu waktu website telah mengalami banyak perkembangan seperti peningkatan trafik yang jumlahnya ribuan dan telah mendatangkan keuntungan bagimu, maka kamu dapat meningkatkan paket hosting ke lebih tinggi.

Sebagai contoh:

Jika kamu akan membangun landing page, saya rasa cukup hanya dengan 300 mb disk space atau ketentuan 40.000 inode, 5 GB bandwidth, free SSL, shared hosting, 0.5 core CPU dan 512 RAM sudah dikatakan cukup, mungkin lebih dari cukup.

Jika kamu akan membangun sebuah website berbasis blog untuk menjalankan bisnis adsense dengan serius, saya rasa di tahap awal menggunakan 1 GB or 2 GB disk space atau ketentuan 75.000 or 100.000 inode, 10 GB bandwidth, share hosting or cloud hosting, 0,5 or 1 core CPU, 512 or 1 GB RAM, 3 add on or unlimited add on dan unlimited email. Saya rasa ini sudah melebihi cukup untuk tahap awal.

Kemudian, jika traffik sudah mencari ribuan, puluhan ribu atau bahkan ratusan ribu perhari barulah kamu bisa mengupgrade paket hosting ke layanan lebih tinggi.

Lain lagi kalau ceritanya, jika kamu dan tim dipercaya pada sebuah perusahaan untuk membangun website skala besar katakanlah website berita skala nasional. mungkin kamu bersama dengan tim sangat membutuhkan VPS atau dedicated server. Karena kemungkinan besar kamu akan mengupload ribuan konten dan sebagainya.

3. Jangan ragu untuk bertanya kepada penyedia hosting

Terkait dengan pilihan akan kebutuhan hosting, ketika kamu mengunjungi situs penyedia hosting maka kamu akan melihat banyak tawaran menarik dari paket hosting yang ada. Ada unlimited hosting, shared hosting, cloud hosting, VPS, dedicated server, wordpress hosting dan sebagainya.

Dalam hal ini, kembali lagi ke point 2 di atas. Sesuaikan saja dengan kebutuhanmu.

Namun, ada beberapa hal yang akan saya tekankan di point ke 3 ini. Yakni pada istilah unlimited.

Contohnya saja,

Ada penyedia web hosting pada situs mereka menampilkan item UNLIMITED STORAGE. Tentu saja hal ini harus dipertanyakan. Karena pada dasarnya kapasitas disk space pasti memiliki batasan. Apakah ada sebuah ketentuan ketika menggunakan layanan paket tersebut ?

Baca yuk: unlimited hosting dan penjelasannya.

Bukan cuma itu saja, ada banyak istilah lainnya seperti unlimited bandwidth, unlimited add on domain, unlimited email dan sebagainya.

Kamu harus aktif menanyakan hal ini kepada penyedia hosting atau cari tahu terlebih dahulu istilah tersebut di internet kemudian tanyakan kepada mereka, maksudnya bagaimana ?

Karena saya pernah menemukan penyedia web hosting menawarkan unlimited hosting dipaket tertentu, namun dibatasi jumlah inode hanya sebanyak 40.000 inode saja.

Dalam hal ini jangan sampai dikemudian hari ada rasa penyelasan setelah kamu membeli paket hosting di penyedia hosting.

4. Pilih provider web hosting yang memberikan transparansi

Ketika kita hendak menggunakan hosting, secara otomatis kita akan dipertemukan oleh penyedia web hosting. Point ini masih ada kaitannya dengan no. 3 di atas.

Saking banyaknya provider web hosting yang ada, terkadang membuat kita kebingungan menentukan pilihan mana web hosting terbaik dari mereka karena ada beragam fitur dan tawaran begitu menarik.

Saya menyarankan kamu untuk memilih provider web hosting yang memberikan trasnparansi dan sebuah kejujuran pada setiap paket hosting yang ada.

Contoh kasusnya begini,

Di setiap penyedia hosting bisa dipastikan ada beragam tawaran paket hosting yang diberikan. Saya lebih menyukai penyedia hosting yang memberikan transparansi dan kejujuran dengan memberikan rincian mengenai setiap item dan besaran resources dan fitur yang ada di setiap paket hosting.

Misalnya di hosting A pada paket shared hosting memiliki spesifikasi:

  • SSD 1 GB storage
  • 1 GB RAM
  • 1 Core CPU
  • 10 GB bandwidth
  • 2 add on domain dan 10 subdomain
  • 50.000 inode
  • 10 mail send per day
  • Dan sebagainya

Jika ada penyedia web hosting yang tidak menampilkan setiap item dan besaran resources di setiap paket hosting apakah provider tersebut BOHONG dan tidak transparans ?

Belum tentu !

Jika item dan besaran resources tidak ditampilkan, kamu dapat bertanya langsung ke CS. Tanyakan kepada mereka, item mana yang sekiranya menurut kamu belum dipahami.

Jika jawaban mereka cenderung berbelit belit dan memiliki kesan menghindar, maka kamu dapat menyimpulkan bahwa mereka BOHONG dan sebaiknya kamu tidak memilih mereka.

5. Cari perbandingan

Beranjak dari beberapa point di atas, saya telah menemukan 4 penyedia hosting terbaik menurut kacamata saya sendiri.

Dalam hal ini, silahkan kamu menentukan pilihan sendiri.

Siapa saja mereka ? saya tidak akan mengatakannya kepada publik, cukup untuk konsumsi pribadi saja. Lagi pula artikel ini tidak di endorse šŸ˜€ wkwkwk…

Kini saatnya membuat sebuah perbandingan.

Beberapa item yang saya bandingkan diantaranya:

  • Harga
  • Spesifikasi resources server
  • Spesifikasi resources di setiap paket hosting
  • Fitur tambahan seperti email, add on, sub domain, litespeed cache, support HHTP 2, dukungan softaculous, dukungan GD2, image imagick dan cPanel cloudLinux
  • Jaminan garansi

Buatlah perbandingan dari setiap item diatas dan semuanya harus saling terkait.

Misalnya, spesifikasi resourcesnya sama tetapi harganya beda, tentu saja pilihannya harga lebih murah bisa kamu pilih dan sebagainya. Bicara murah di sini tentu saja bukan murah menurut pengertian umum, akan tetapi murah berdasarkan kualitifikasi yang telah saya sebutkan sebelumnya.

6. Baca dengan teliti TOS mereka

Sampai juga di penghujung artikel dengan total 2.700an kata. šŸ˜€

Semoga kamu masih sanggup membaca tulisan ini, sedangkan saya menulis artikel ini hingga mata berair šŸ˜€

Point ini lebih tepatnya memilih penyedia web hosting terbaik. Tetapi, masih berkaitan juga dengan artikel ini.

Sangat penting kamu lakukan. Mengingat pada dasarnya setiap website memiliki peraturan tersendiri. Ntah itu kamu baca atau tidak peraturan itu, ketika kamu mengunjungi suatu webiste maka secara otomatis kamu telah mematuhi aturan tersebut.

Dalam hal menentukan pilihan hosting. jika kamu serius untuk menjalankan bisnis dengan menggunakan layanan self hosting maka point ini wajib kamu lakukan.

Hal ini untuk menghindari rasa penyelasan.

Contohnya,

space tertera 1 GB,

Pas dibeli, tau taunya ada batasan inode padahal di laman situsnya ga ada sama sekali keterangan batasan jumlah inode.

Contoh lainnya,

Kamu sudah beli hosting paket paling murah, pas baca di laman TOS… ada tulisan untuk paket hosting paling murah tidak mendapatkan support. itu artinya kalau ada kendala teknis terkait hosting, kamu ga akan ditanggapi.

It’s real bro.. ga usah la ya disebutkan nama penyedia hostingnya siapa,

nti ada yang tersungging, berabe gue.. šŸ˜€

Toh, mereka ga salah juga. Wajar saja mereka menawarkan paket hosting demikian, mengingat akan sebuah kebutuhan banyak user satu dengan lainnya berbeda.

Point ke 6 ini juga ada kaitannya dengan point ke 4. Terkadang penggunaan bahasa marketing bisa bikin kita pusing, dalam hal ini kamu harus aktif bertanya dan jeli membaca.

Tanya jawab tentang web hosting

1. Siapa yang membutuhkan web hosting?

Setiap orang atau siapa saja yang ingin membangun website menggunakan layanan self hosting dengan dukungan teknologi cms tertentu seperti wordpress, drupal, joomla, open cart dan sebagainya.

2. Berapa harga hosting?

Pada umumnya, harga hosting ditentukan dari jenis hosting itu sendiri dan kebijakan dari masing masing provider web hosting. Seperti type shared hosting, virtual private server hosting dan dedicated server.

Contohnya saja, harga hosting unlmited shared hosting berada di kisaran IDR 15.000 – IDR 80.000 per bulan. Namun, angka ini tak pasti mengingat kebijakan dari masing masing provider berbeda beda dan ditentukan oleh besaran resources dan sebagainya.

3. Dimana saya dapat menyewa web hosting?

Ada banyak layanan provider web hoting baik di dalam dan luar negeri yang dapat kamu gunakan. Kamu dapat mencari informasi tersebut di internet dengan mengetik kata kunci “daftar hosting terbaik di indonesia / luar negeri” atau sejenisnya. Di sana kamu akan menemukan banyak referensi.

4. Kapan saya membutuhkan web hosting?

Web hosting dapat digunakan untuk membangun sebuah website, landing page woocommerce, forum dan sebagainya. Kamu juga dapat menggunakan web hosting untuk belajar.

Kapan saya membutuhkan web hosting?

Jika bosan sering menggunakan platform cms gratisan, maka kamu dapat menggunakan layanan self hosting atau tergantung tujuan mu digunakan untuk keperluan apa.

5. Dimanakah tempat yang menyediakan hosting terbaik di Indonesia dan luar negeri?

Untuk saat ini, saya belum memiliki kapasitas untuk merekomendasikan tempat yang menyediakan layanan hosting terbaik. Karena hal tersebut perlu penelitian lebih lanjut dengan menggunakan layanan mereka secara langsung.

Ada banyak situs yang trusted memberikan data secara nyata di luar sana. Di situs tersebut, mungkin kamu akan menemukan jawabannya. Atau jika masih ragu, cobalah kamu tanyakan masalah ini ke forum sosial media terkait dan minta pendapat/review dari banyak anggota di sana.

6. Jika saya sudah membeli web hosting di provider A, apakah saya dapat pindah ke provider B?

Ya, kamu dapat pindah hosting kapanpun kamu mau. Namun untuk pindah ke hosting B, kamu harus membeli paket hosting layanan mereka terlebih dahulu. Masa aktif hosting di provider A yang ditransfer ke hosting B, perihal hangus atau tidaknya tergantung dari kebijakan masing masing provider web hosting.

7. Kira kira, berapa biaya yang dikeluarkan untuk menyewa web hosting?

Relatif tergantung jenis hoting yang kamu gunakan dan besaran resources yang diberikan. Semakin tinggi akan semakin mahal. Biaya termurah dapat berkisar antara 10 – 20 ribu/bulan hingga jutaan rupian per bulan.

8. Persyaratan apa saja untuk membeli hosting?

Tidak ada syarat khusus. Pertama harus memiliki akun di provider web hosting yang telah kamu pilih dengan mengisi data diri sesuai dengan identitas asli untuk mencegah hosting di suspend. Kemudian membeli paket hosting sesuai dengan keinginan.

9. Apakah saya harus membeli domain ditempat yang sama dengan web hosting?

Tidak. Kamu dapat membeli domain dan hosting ditempat yang berbeda. Yang perlu kamu lakukan ada dengan melakukan pengaturan domain di hosting yang telah kamu beli. Untuk mempermudah masalah ini, gunakan bantuan tiket dan tanyakan ke penyedia web hosting.

10. Bagusan mana, hosting dalam negeri atau luar negeri?

Lagi lagi masalah ini tergantung kebutuhan masing masing. Pada dasarnya tergatung dari kebutuhanmu saat ini. Jika kamu membutuhkan hosting dengan nilai uptime tinggi, banyak orang menyarankan untuk menggunakan hosting dari luar. Tentu bicara kualitas, harganya akan semakin tinggi. Jadi sesuaikan dengan kebutuhanmu saat ini.

11. Untuk menginstall wordpress di hosting, berapa space minimal yang dibutuhkan?

Jika hanya CMS wordpress saja yang terinstall, space yang dibutuhkan hanya kurang lebih 50 MB. Namun, sangat disarankan untuk batasan space minimal sebesar 200 MB karena diperlukan space banyak untuk menyimpan file gambar, database, javascript dan file penting lainnya. Semakin besar space hosting, semakin bagus.

12. Apakah semua hosting unlimited semuanya menggunakan batasan inode?

Ya, besaran inode tergantung dari paket hosting unlimited dan kebijakan masing masing penyedia layanan web hosting.

Ga baca mandul: šŸ˜€ cara menghemat inode paling ampuh [studi kasus].

13. Berapa batasan wajar inode hosting unlimited yang seharusnya?

Tidak menentu, tergantung dari paket hosting unlimited yang kamu pilih.

Capek juga saya nulis bro, udah 3.600an kata. šŸ˜€

Cukup sekian dulu ya,

Oya, terkait dengan artikel ini perlu kamu ketahui bahwa saya tidak menyudutkan pihak manapun guna menghindari baku hantam šŸ˜€ . Akan tetapi saya hanya memberi sebuah clue atau petunjuk, begini lo caranya memilih hosting terbaik. Selebihnya, silahkan kamu terjemahkan sendiri dari setiap clue yang saya berikan.

Nah, bagaimana menurutmu ?

Ada tanggapan, pesan, komentar, saran, koreksi tulisan atau apapun itu terkait dengan tulisan ini ?

Jangan malu malu untuk menulisnya di kolom komentar ya. Saya tunggu ya,

2 pemikiran pada “āœ” Tips Memilih Hosting Terbaik Agar Tidak Menyesal”

  1. iya boss, saya juga baru beli UNLIMITED katanya,
    di yang jago-jago itu :v

    unlimited addon domain,
    unlimited park,
    unlimitid Storage

    tapi Innode cuman 75 000
    dan baru install 1 WP dan storage baru kepake 0.8 G Innode da lebih dari 42 000
    kan bangke :v
    mana harganya mahal lagi,

    Masih murah NameCheap, dengan kapasitas kapasitas 20Gb tapi Innode 300 000

    Kapok dah pake hosting yang jago2, nunggu habis migrasi lagi ke NC dah …

    Balas
    • yang di mana tuh ada jago jago nya, Haha…

      Rata rata hosting unlimited +62 sih standarnya gitu sih gan, kalo buat blog wallpaper ga muat tuh.,
      saya aja gambarnya taruh di luar buat hemat inode,
      ya itulah kekurangan menggunakan hosting unlimited, keterbatasan dalam berkreasi,,

      Balas

Tinggalkan komentar